Monday, 17 August 2015

'Sengak' Bukan Berarti Buruk

Ada macam-macam sifat manusia untuk bersosialisasi / bergaul. Biasanya ketika pertama kenal, orang akan menunjukkan sifat-sifat yang baik saja. Dan setelah lama kenal, orang jadi lebih terbuka atas sifat sebenarnya yang mereka miliki. Dari situlah teman-temannya akan terseleksi dengan sendirinya, mana teman yang tulus mau menerima segala yang dia miliki atau yang tidak tulus, tidak mau berteman dengan orang yang memiliki sifat yang tidak disukai.

Menurutku, aku memiliki cara yang berbeda dalam bergaul ketimbang teman-teman yang lain, karena dalam bergaul, aku sering berkata sengak pada teman-temanku. Bukannya aku tidak suka dengan teman-temanku, melainkan sebaliknya. Aku berbuat seperti itu hanya untuk mencairkan suasana, membuat hubungan lebih akrab dan dari situlah aku mendapatkan teman / sahabat yang benar-benar tulus. Tapi hal seperti itu tidak aku lakukan saat pertama kenal karena, aku bisa dicap jelek oleh sebagian orang dan mereka malah akan menjauhiku.

Alasan lain aku bersikap sengak yaitu untuk mendapatkan respon lebih dari lawan bicaraku bisa berupa makian dari seorang cowok atau cubitan dari seorang cewek. Aku takkan pernah marah dengan respon yang seperti itu karena, aku anggap itu sebagai kepedulian terhadapku toh besoknya mereka akan bersikap biasa seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya.

Seseorang seharusnya bisa menerima segala kekurangan dari teman / sahabatnya. Dengan begitu meski sampai kapanpun hubungan akan tetap terjaga. Jika seorang teman / sahabat bisa melakukan hal seperti itu, maka seorang pasangan bisa melakukan hal yang sama karena, seorang pasangan lebih dari sekedar teman / sahabat.

No comments:

Post a Comment