Sistem Pendidikan di Indonesia
Saya di sini tidak bermaksud untuk profokasi atau mendoktrin para pembaca saya hanya mengungkapka pendapat saya saja.
Menurut saya pendidikan di Indonesia bisa dibilang kurang sesuai. Karena
pendidikan di Indonesia menuntut kita untuk bisa atau ahli di berbagai
hal. Sedangkan kemampuan manusia itu berbeda-beda. Mungkin kalian akan
setuju dengan pendapat saya. Coba kalian pikir. Apakan seorang pemain
sepak bola itu ahli di matematika, biologi, fisika ataupun sejarah?
Mereka pemain sepak bola ya hanya bisa bermain sepak bola. Begitu pun
dengan pekerjaan-pekerjaan yang lainnya. read more...
Perasaan Lelaki
Masalah asmara memang bukan dari keahlianku. Tapi bukan berarti aku tak
bisa merasakan apa itu sayang dan apa itu cinta. Semua aku rasakan
dengan kebimbangan. Haruskan aku nyatakan? Mungkin orang bilang aku
hanya seorang pengecut. Hanya bisa menyayangi seorang wanita tapi tak
berani menyatakan. Aku juga sebenarnya tidak ambil pusing dengan hal
itu. Kalimat bijak "menyayangi tanpa harus memiliki" mungkin kata yang
tepat untuk masalah asmaraku. read more...
Kreatifitas dan Nilai
Melamar pekerjaan di Indonesia bukanlah
perkara mudah. Buktinya banyak sarjana menganggur. Saya tidak tahu siapa yang
salah. Apakah para sarjana ataukah perusahaan penyedia lapangan pekerjaan.
Jika dilihat dari sisi para sarjana, mereka
saat kuliah pasti yang dikejar hanyalah nilai bukan skill. Namun, dari sisi
perusahaan mereka juga mencari pegawai hanya melihat nilai. read more...'Sengak' Bukan Berarti Buruk
Ada macam-macam sifat manusia untuk bersosialisasi / bergaul. Biasanya ketika pertama kenal, orang akan menunjukkan sifat-sifat yang baik saja. Dan setelah lama kenal, orang jadi lebih terbuka atas sifat sebenarnya yang mereka miliki. Dari situlah teman-temannya akan terseleksi dengan sendirinya, mana teman yang tulus mau menerima segala yang dia miliki atau yang tidak tulus, tidak mau berteman dengan orang yang memiliki sifat yang tidak disukai. read more...
No comments:
Post a Comment