Saya di sini tidak bermaksud untuk profokasi atau mendoktrin para pembaca saya hanya mengungkapka pendapat saya saja.
Menurut saya pendidikan di Indonesia bisa dibilang kurang sesuai. Karena pendidikan di Indonesia menuntut kita untuk bisa atau ahli di berbagai hal. Sedangkan kemampuan manusia itu berbeda-beda. Mungkin kalian akan setuju dengan pendapat saya. Coba kalian pikir. Apakan seorang pemain sepak bola itu ahli di matematika, biologi, fisika ataupun sejarah? Mereka pemain sepak bola ya hanya bisa bermain sepak bola. Begitu pun dengan pekerjaan-pekerjaan yang lainnya. Mereka hanya butuh satu keahlian untuk bisa melakukan pekerjaan mereka dengan baik.
Pelajaran-pelajaran di sekolah juga tidak akan dipakai saat kita kerja nanti kalaupun dipakai itupun hanya sebagian kecil saja. Pelajaran seperti sejarah (IPS), IPA, Biologi, Matematika, Fisika dll. apa akan dipakai saat kita bekerja? Tentu saja tidak. Harusnya sejak kecil anak-anak sudah diarahkan untuk menjadi sesuatu di masa depan. Bukan menjejali mereka dengan pelajaran-pelajaran yang memaksa mereka untuk berpikir keras menghapal berbagai pengertian-pengertian, kejadian-kejadian bersejarah, tanggal-tanggal bersejarah ataupun yang lainnya.
Saya lebih setuju dengan tipe pendidikan seperti SMK. Mereka di SMK sudah mulai diarahkan untuk menjadi sesuatu yang mereka inginkan. Dengan berfokus pada pelajaran pokok yang akan berguna saat mereka bekerja. Namun sekarang SMK sudah berubah. Pelajaran-pelajaran SMA sudah mulai masuk di SMK agar setelah SMK mereka bisa melanjutkan kuliah. Jika saya perhatikan itu semua percuma. Karena tes masuk perguruan tinggi semuanya 100% pelajaran dari SMA. Jadi, siswa lulusan SMK harus belajar lagi untuk masuk ke perguruan tinggi terutama perguruan tinggi negeri. Harusnya perguruan tinggilah yang harus menyesuaikan siswa-siswa lulusan SMK. Dengan cara membedakan tipe soal yang mereka buat, khusus untuk SMA dan khusus untuk SMK. Jika tes masuk perguruan tinggi terus seperti itu maka slogan "SMK BISA!" hanya isapan jempol belaka. Karena sampai saat ini hanya segelintir siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri dan mereka yang tidak diterima beralih ke perguruan tinggi swasta yang notabene berbiaya mahal.
Kita kembali membicarakan pelajaran di sekolah. Kalaupun pelajaran seperti matematika dan fisika untuk melatih kecerdasan kita, kenapa tidak dilatih saja seperti soal-soal psikotes. Menurut saya soal-soal psikotes baik untuk melatih kecerdasan anak. Karena soal-soal psikotes juga menuntut kita untuk berpikir cepat dan menjawab dengan tepat. Jika pelajaran seperti itu terus dipakai di sekolah yang ada hanyalah para siswa menjadi mudah frustasi dan stres karena tidak bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan. Akibatnya banyak siswa yang malas sekolah. Mereka lebih memilih bolos untuk menghindari pelajaran-pelajaran yang membuat mereka frustasi. Selanjutnya bisa menambahkan pelajaran untuk memotivasi para siswa. Untuk menyemangati mereka dalam belajar dan menghindari mereka dari perbuatan-berbuatan buruk lainnya. Dan untuk pelajaran pokok bisa difokuskan ke palajaran produktif (SMK) supaya siswa lebih mendalami lebih jauh. Dan untuk pelajaran pokok bisa difokuskan ke palajaran produktif (SMK) supaya siswa bisa mendalami lebih jauh. Karena di dunia kerja lebih mementingkan kualitas pekerjaan mereka dan di dunia kerja tidak peduli apakah mereka bisa pelajaran ini-itu yang diajarkan di sekolah.
No comments:
Post a Comment