Monday, 28 October 2013

Masa Kecil

Masa kecilku tergolong bahagia untuk keluarga kalangan menengah. Meskipun sejak lahir aku difonis mengidap penyakit asma. Karena itu aku sudah terbiasa memakan obat yang super pahit sejak kecil yang jumlahnya tidak sedikit. Karena asma pula ibuku menjadi super protektif kepadaku. Waktu untuk bermain terbatasi dengan alasan ini-itu yang diucapkan ibuku. Namun, ibuku punya cara tersendiri untuk membahagiakan anaknya walaupun waktu mainnya dibatasi. Ibuku selalu berusaha memberikan apapun yang aku minta. Memberikan mainan apa saja sampai-sampai mainanku bertumpuk. 
Masa kecilku yang sering sakit-sakitan. Mulai dari asma yang setiap musim hujan pasti kambuh. Penyakit tipes yang pernah aku alami. Sampai demam berdarah. Pernah dulu waktu aku terkena tipes. Aku dirawat inap di sebuah puskesmas sederhana dekat rumah. Orangtuaku selalu menjagaku terutama ibuku. Dan waktu itu aku minta pada ibuku untuk membelikanku mobil-mobilan yang bisa berubah menjadi robot. Demi kondisiku agar cepat membaik beliau dengan senang hati membelikannya. Senang rasanya punya ibu yang demikian sayang kepadaku.
Pertama masuk TK aku diantar oleh ibuku hanya mengantar karena setelah itu ibuku langsung berangkat kerja. Ya, ibuku sebagai wanita karir untuk membantu perekonomian keluarga. Walaupun hanya mengantar itu sudah cukup bagiku. Karena di sini aku sudah mendapatkan teman-teman baru. Setiap hari bermain. Pernah suatu saat kami bermain "pocong-pocongan". Dengan satu anak yang menjadi hantu pocong. Dan yang lainnya lari karena dikejar pocong tersebut.
Lelah bermain bersama teman-teman terbantu dengan kehadiran tukang becak yang setia mengantar kami pulang. Dengan satu becak diisi oleh 5 sampai 7 anak tukang becak tersebut mengayuh becaknya sampai 3 kilo jauhnya. Tapi begitulah tukang becak. Aku saja sampai saat ini masih bingung dengan kekuatan tukang becak. Dia kuat sampai harus mengayuh becaknya walaupun beban yang dibawa berat sekali.

No comments:

Post a Comment