Semua berawal dari kekagumanku
terhadap teknologi. Aku memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke SMK
Telekomunikasi Tunas Harapan (biasa disebut telkom atau telsa). Dengan
ditemani ayahku aku berangkat menuju Salatiga tempat di mana SMK telkom
berada. Awalnya aku tidak yakin bisa lolos tes karena tes tersebut
berupa tes fisik. Karena sejak kecil aku mengidap penyakit Asma jadi
fisikku cenderung lemah. Entah bagaimana kriteria penilaiannya, aku
diterima di SMK telkom.
Minggu
pertama aku langsung disibukkan dengan persiapan ORISBA (Orientasi
Siswa Baru) namun lupakan masalah ORISBA karena siapapun yang
mengalaminya pasti tidak mau mengulanginya lagi. Akan tetapi setelah
masa ORISBA, kami merasa bangga mengenakan seragam SMK karena dengan itu
kami resmi menjadi siswa SMK Telekomunikasi Tunas Harapan.
Hari
pertama sekolah aku dan beberapa temanku salah masuk kelas karena kami
pikir kelas di SMK telkom menggunakan kelas tetap. Kami berdiam diri
menunggu di lab RPL yang tak kunjung buka. Akhirnya kami mencari kelas
di gedung sebelah dan kami menemukan kelas tersebut. Guru bahasa Inggris
kami langsung menghadang kami di depan kelas dan langsung menyuruh kami
masuk.
Awal aku belajar
RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), aku langsung tertarik karena kami
diajarkan pemrograman, bagaimana membuat program (aplikasi) dan desain
web. Aku begitu penasaran dengan pemrograman, aku ingin tahu bagaimana
aplikasi yang biasa aku pakai di komputer dibuat karena itulah aku
mendalami terus hal tersebut dan inilah satu-satunya pelajaran yang
tidak membuatku mengantuk saat di kelas. Saat aku sudah membuka Pascal
dan mencoba beberapa sintak yang aku pelajari di kelas sampai larut
malam pun aku takkan merasa mengantuk.
Beruntungnya
aku. Aku ditempatkan pada kelas yang luar biasa, kompak, seru dan
banyak hal konyol yang mereka lakukan. Di kelas rasanya tak pernah sepi
jika bersama mereka, selalu saja ada hal seru dan konyol yang terjadi di
kelas, saling ledek atau jail yang membuat kami tertawa. Ada juga yang
terlibat cinta lokasi dengan teman sekelas, ini juga bahan untuk membuat
keseruan di kelas.
Semester
pertama hampir selesai. Kami menyiapkan bahan-bahan ajar yang akan
diujikan saat UAS. Sebelum UAS semester pertama, aku sempat berpindah
tempat tidur yang awalnya aku tidur di blok Selatan atau biasa kami
sebut RT 1 kini aku berpindah ke blok Utara atau RT 2. Di sini aku
menemukan teman sekaligus sahabat yang sampai saat ini masih mempunyai
ikatan erat. Mereka berdua berasal dari Semarang dan salah satunya
sekelas denganku namanya Felix, dia bertangan kidal sesuatu yang baru
aku lihat dan satu lagi Ardy, dia beda kelas dan jurusan.
Ujian
semester pun berlangsung, dengan bekal yang sudah aku persiapkan dengan
matang aku mengerjakan soal dengan percaya diri. Setelah enam hari
ujian berlangsung, aku merasa lega tinggal menunggu satu minggu untuk
menerima hasil belajar selama satu semester. Waktu satau minggu tersebut
sekolah mengadakan "class meet" untuk mengisi waktu luang dan
"refreshing". Macam-macam lomba diadakan, mulai dari futsal, basket dan
voli.
Setelah "class
meet" selesai kami pun bisa mengambil nilai kami dengan didampingi orang
tua atau saudara. Aku yang berasal jauh dari Salatiga hanya bisa minta
tolong ke kakakku yang juga kuliah di Semarang. Hasilnya cukup bagus,
tak percuma sekolah jauh-jauh ke Salatiga. Aku mendapat ranking enam
dari tiga puluh siswa. Setelah itu aku langsung pulang ke Brebes untuk
liburan denga dibonceng kakakku dari Salatiga ke Semarang, dari Semarang
aku naik kereta jurusan Tegal. Aku pulang dengan oleh-oleh nilai yang
cukup bagus untuk aku perlihatkan ke orang tuaku.
No comments:
Post a Comment