Friday, 3 October 2014

First Grade: Siswa Baru SMK Telkom

Semua berawal dari kekagumanku terhadap teknologi. Aku memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke SMK Telekomunikasi Tunas Harapan (biasa disebut telkom atau telsa). Dengan ditemani ayahku aku berangkat menuju Salatiga tempat di mana SMK telkom berada. Awalnya aku tidak yakin bisa lolos tes karena tes tersebut berupa tes fisik. Karena sejak kecil aku mengidap penyakit Asma jadi fisikku cenderung lemah. Entah bagaimana kriteria penilaiannya, aku diterima di SMK telkom.
Minggu pertama aku langsung disibukkan dengan persiapan ORISBA (Orientasi Siswa Baru) namun lupakan masalah ORISBA karena siapapun yang mengalaminya pasti tidak mau mengulanginya lagi. Akan tetapi setelah masa ORISBA, kami merasa bangga mengenakan seragam SMK karena dengan itu kami resmi menjadi siswa SMK Telekomunikasi Tunas Harapan.
Hari pertama sekolah aku dan beberapa temanku salah masuk kelas karena kami pikir kelas di SMK telkom menggunakan kelas tetap. Kami berdiam diri menunggu di lab RPL yang tak kunjung buka. Akhirnya kami mencari kelas di gedung sebelah dan kami menemukan kelas tersebut. Guru bahasa Inggris kami langsung menghadang kami di depan kelas dan langsung menyuruh kami masuk.
Awal aku belajar RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), aku langsung tertarik karena kami diajarkan pemrograman, bagaimana membuat program (aplikasi) dan desain web. Aku begitu penasaran dengan pemrograman, aku ingin tahu bagaimana aplikasi yang biasa aku pakai di komputer dibuat karena itulah aku mendalami terus hal tersebut dan inilah satu-satunya pelajaran yang tidak membuatku mengantuk saat di kelas. Saat aku sudah membuka Pascal dan mencoba beberapa sintak yang aku pelajari di kelas sampai larut malam pun aku takkan merasa mengantuk.
Beruntungnya aku. Aku ditempatkan pada kelas yang luar biasa, kompak, seru dan banyak hal konyol yang mereka lakukan. Di kelas rasanya tak pernah sepi jika bersama mereka, selalu saja ada hal seru dan konyol yang terjadi di kelas, saling ledek atau jail yang membuat kami tertawa. Ada juga yang terlibat cinta lokasi dengan teman sekelas, ini juga bahan untuk membuat keseruan di kelas.
Semester pertama hampir selesai. Kami menyiapkan bahan-bahan ajar yang akan diujikan saat UAS. Sebelum UAS semester pertama, aku sempat berpindah tempat tidur yang awalnya aku tidur di blok Selatan atau biasa kami sebut RT 1 kini aku berpindah ke blok Utara atau RT 2. Di sini aku menemukan teman sekaligus sahabat yang sampai saat ini masih mempunyai ikatan erat. Mereka berdua berasal dari Semarang dan salah satunya sekelas denganku namanya Felix, dia bertangan kidal sesuatu yang baru aku lihat dan satu lagi Ardy, dia beda kelas dan jurusan.
Ujian semester pun berlangsung, dengan bekal yang sudah aku persiapkan dengan matang aku mengerjakan soal dengan percaya diri. Setelah enam hari ujian berlangsung, aku merasa lega tinggal menunggu satu minggu untuk menerima hasil belajar selama satu semester. Waktu satau minggu tersebut sekolah mengadakan "class meet" untuk mengisi waktu luang dan "refreshing". Macam-macam lomba diadakan, mulai dari futsal, basket dan voli.
Setelah "class meet" selesai kami pun bisa mengambil nilai kami dengan didampingi orang tua atau saudara. Aku yang berasal jauh dari Salatiga hanya bisa minta tolong ke kakakku yang juga kuliah di Semarang. Hasilnya cukup bagus, tak percuma sekolah jauh-jauh ke Salatiga. Aku mendapat ranking enam dari tiga puluh siswa. Setelah itu aku langsung pulang ke Brebes untuk liburan denga dibonceng kakakku dari Salatiga ke Semarang, dari Semarang aku naik kereta jurusan Tegal. Aku pulang dengan oleh-oleh nilai yang cukup bagus untuk aku perlihatkan ke orang tuaku.

No comments:

Post a Comment